Selasa, 12 Maret 2013

Jang Geun Suk

Yang suka korea pasti tau nih sama Jang Geun Suk. Jang Geun Suk adalah seorang aktor dari korea selatan, selain itu dia juga seorang penyanyi dan model. Berperan dalam banyak drama yang populer membuat Jang Geun Suk menjadi idola besar. Panggilan untuk fans Jang Geun Suk adalah EELS.


Profil Jang Geun Suk


Nama                   : Jang Geun Seok
Profesi                 : Actor, singer, and model
Tanggal Lahir    : 4 Agustus 1987
Tempat Lahir     : Korea Selatan
Tinggi                  : 182 cm
Berat                    : 62kg
Zodiak                 : Leo
Golongan Darah : A
Pendidikan          : Seoul Dong Eui Elementary, Kwang Jang Middle School, New Zealand Nelson College, Bang San High School, Han Yang University (Theater and Film major)


Fakta tentang Jang Geun Suk
  • Jang Geun Suk mudah suka atau tertarik dengan lawan jenis
  • Jang Geun Suk akan melihat mata seorang wanita terlebih dahulu ketika pertama kali bertemu
  • Jang Geun Suk sudah pernah pacaran tiga kali
  • Jang Geun Suk percaya akan cinta pada pandangan pertama
  • Jang Geun Suk pernah kuliah di Selandia Baru 
  • Jang Geun Suk mengaku pernah menyukai Ha Ji Won, lawan mainnya di drama Hwang Jin Yi. tapi karena perbedaan usia, akhirnya dia hanya bisa mengaguminya sebagai idola
  • Jang Geun Suk punya kriteria wanita berbeda untuk setiap tahunnya
  • Jang Geun Suk menguasai bahasa Korea, Jepang dan Inggris
  • Hobi Jang Geun Suk adalah memasak, mendengarkan musik dan menembak
  • Fans club nya bernama “Eels” (belut), karena belut merupakan makanan yang dianggap sebagai sumber energi yang besar, dan ia berpendapat bahwa para penggemarnya adalah motivasi dan kekuatan untuk nya
  • Awal karir Jang Geun Suk adalah di dunia modeling
  • Jang Geun Suk jago bermain ski dan snowboarding
  • Jang Geun Suk berteman baik dengan Siwon Super Junior
  • Penggemar lebih menyukai Jang Geun Suk ketika berperan sebagai pria kaya
  • Jang Geun Suk dan Park Shin Hye adalah sahabat baik
  • Makanana favorit Jang Geun Suk adalah makanan pedas
  • Jang Geun Suk telah membeli sebuah gedung untuk investasi nya, rencananya dia akan buka usaha
  • Ibu Jang Geun Suk pergi ke peramal untuk meramal anaknya dan Park Shin Hye, mereka sangat cocok, dan ibunya ingin anaknya dan Park Shin Hye menikah
  • Jang Geun Suk pernah putus dari pacarnya ketika masih sekolah, dan membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyembuhkan hatinya
  • Jang Geun Suk pernah tidur sambil berdiri saat syuting drama You’re Beautiful
  • Jang Geun Suk menempati tempat keempat dalam hal pendapatan pribadi tertinggi para selebriti
  • Jang Geun Suk mengaku pernah berpacaran dengan wanita yang tua 3 tahun diatasnya. ketika ditanya kenapa hubungan mereka berakhir, Jang Geun Suk mengatakan karena hubungan mereka adalah hubungan jarak jauh


Foto-foto Jang Geun Suk








 

Sabtu, 09 Maret 2013

Honey bee Hachi yang sebatang kara


hei masih pada inget gak sama kartun ini?
Ini nih Honey bee Hachi, film kartun yang bisa buat kita sampe nangis. Udah lama gak nonton film ini, terakhir kali nonton kayaknya waktu SD. Waktu itu sih cuma nonton kartun ini nih yang bisa sampe nangis gara-gara ngikutin alur ceritanya.

Sedikit ngingetin cerita si hachi nih. Si hachi ini adalah seekor lebah madu yang sewaktu bayi dia sudah terpisah dari ibunya. Kasian banget yaa dia, hidupnya sebatang kara. Setiap harinya dia hanya melakukan perjalanan untuk mencari dimana keberadaan ibunya itu. Di setiap perjalanan pasti ada aja yang nyakitin dia, tapi ada juga yang baik sama dia. Dari setiap perjalanan itulah dia juga banyak mendapatkan teman. Dia suka menolong serangga lain yang kesusahan, padahal dia sendiri juga lagi kesusahan nyari ibunya. Disaat akan berjumpa dengan ibunya pasti ada saja yang menghalanginya. Duh kasian banget hachinya.





Sekarang udah gak ditayangin lagi yaa cerita hachi ini, padahal ceritanya seru buat terharu bahkan sampe nangis beneran. Kangen nonton hachi lagi jadinya hihihi

Nih ada sepenggal lagu yang jadi soundtrack film ini :


Mama.... Mama.....
Dimanakah kau berada
Mama.... Mama.....
Hachi ingin bertemu

Hachi anak yang sebatang kara
Pergi mencari ibunya
Di malam yang sangat dingin
Teringat mama
Walaupun kesepian
Hachi tetap gembira

Mama.... Mama....
Dimanakah kau berada
 
Mama.... Mama....
Suatu saat pasti bertemu 



 





Jumat, 08 Maret 2013

Hari Terakhir :'(


Hari itu pasti bukanlah hari yang diinginkan banyak orang termasuk aku dan teman yang lain. Hari itu tepatnya 13 november beberapa tahun yang lalu merupakan hari yang benar-benar tidak aku inginkan.
Hari itu merupakan hari terakhir aku dan teman-teman bisa melihat dia teman kami tersayang.
Kesedihan itu diawali di hari sebelumnya yaitu 12 november, saat itu kami masuk sekolah seperti biasanya kecuali dia teman kami. Dia tidak hadir hari itu, terdengar kabar bahwa dia sedang sakit. Kami pun sedikit khawatir. Sempat terdengar kabar bahwa dia sedang koma di rumah sakit, awalnya kami tidak percaya karna baru saja kemarin kami berjumpa dengannya dan dia baik-baik saja. Sekolah pun berakhir seperti biasa sampai kami pulang kerumah masing-masing.
Malam pun tiba, telefon rumah ku berdering. Oh ternyata temanku yang menelefon. Dengan suara yang sedikit bergetar dia menyampaikan kabar bahwa dia teman kami yang tadi tidak masuk sekolah benar-benar koma di rumah sakit. Abang teman kami itu sendirilah yang memberikan kabar kalo dia teman terbaik kami koma dirumah sakit dan keluarganya menginginkan agar kami datang ke rumah sakit untuk melihat keadaannya dan mencoba memberi semangat dan doa. Dengan segera kami pun berkumpul di rumah sakit untuk melihat keadaannya. Aku dan seorang temanku tiba lebih dahulu dari yang lain. Kami langsung berjumpa dengan keluarganya dan langsung masuk ke ruang ICU melihat keadaan teman terbaik kami itu.
Ku lihat dia disana terbaring lemah tak sadarkan diri hanya dibantu oleh alat-alat medis. Di sebelahnya ada kakak dan ibu nya yang sudah berlinangan air mata dengan terus membacakan doa dan yasin serta mencoba terus berbicara di telinganya dan mengatakan bahwa kami teman-temannya datang untuk memberikan semangat dan  mengajaknya sekolah serta bermain seperti biasa lagi. “Bangun dek, ayo adek bangun ini ada kawan-kawan adek. Orang ini datang semua mau ngeliat adek, adek bangun yaa”. Kata-kata itulah yang terus terlontar dari mulut kakaknya sambil terus membacakan doa. Aku dan temanku pun gak sanggup menahan air mata dan kami juga menangis melihat kondisinya itu. Sungguh berbeda dengan dia yang biasanya, yang selalu kuat dan ceria. Hari itu dia tidak berdaya. Aku dan temanku sudah gak sanggup lagi melihatnya, kami pun keluar dan bergantian dengan teman yang lain untuk melihat keadaannya. Kami bergantian memasuki ruangan itu untuk melihat keadaannya. Dan semua yang keluar selalu berlinangan air mata, gak sanggup melihat teman kami terbaring lemah seperti itu. Ya Allah ntah mengapa dia tiba-tiba bisa seperti itu. Hari pun semakin larut, kami semua pulang ke rumah masing-masing karna besoknya harus bersekolah kembali.
Keesokan hari kami masuk sekolah seperti biasa hanya saja kali ini dengan muka yang tidak biasa mengingat kejadian tadi malam. Seluruh sekolah sudah mengetahui kabar tersebut termasuk wali kelasnya. Saat pelajaran berlangsung, tiba-tiba seorang teman dari kelasnya berlari dan memasuki kelas kami dan langsung menjumpai wali kelas mereka itu. Anak itu membisikkan kabar bahwa dia teman terbaik kami itu sudah tiada. Spontan ibu guru itu langsung menangis dan berlari keluar kelas. Kami yang mendengar kabar itu juga langsung menangis dan berlari keluar kelas untuk menjumpai teman yang lain. Kami semua menangis terisak-isak dan saling berpelukan mengenang teman baik kami itu.
Sekolah pun dibubarkan lebih awal karna kejadian itu. Aku dan teman-temanku segera pulang untuk memberi kabar ke keluarga kami dan bersiap-siap untuk pergi kerumah dia teman terbaik kami itu. Tidak berapa lama aku tiba dirumah, salah seorang teman memberikan kabar bahwa dia teman kami masih ada masih bisa diselamatkan. Dengan harapan dia dapat sembuh, aku dan keluargaku pun langsung pergi kerumah sakit untuk melihat kebenaran berita tersebut.
Setibanya di rumah sakit, aku langsung berlari menjumpai temanku yang lain dan dengan segera masuk ke ruang ICU untuk melihat keadaannya. Harapanku mengenai kesehatannya semakin berkurang karena melihat ayah dan keluarganya yang menangis dan tak bisa berkata-kata lagi. Aku terus menangis melihat kondisi teman terbaikku itu. Kulihat disana ada sebuah alat yang memberitahu detak jantung pasien. Aku terus memperhatikan alat itu dan angka yang menunjukkan detak jantung itu terus menurun menandakan detak jantungnya semakin berkurang. Aku gak sanggup melihatnya, aku keluar dari ruangan itu dan terus menangis.
Kulihat teman yang lain bergantian masuk ke ruangan itu, dan tiba saatnya teman terakhir yang keluar dari ruangan menangis terisak dan susah untuk bicara. Akhirnya dia mengatakan pada saat dia didalam ruangan melihat keadaan teman terbaik kami itu, dia melihat detak jantungnya yang terus menurun hingga akhirnya angka menunjukkan angka 0. Tidak ada detak jantung lagi, dengan bantuan alat lainpun detak jantung tetap tidak ada. Ya allah kami semua menangis mendengarnya. Dia telah tiada, ya teman terbaik kami itu sudah pergi ke sisi-Nya. Kami semua yang berada didepan ruangannya hanya menangis dan terdiam melihat jenazahnya dibawa keluar ruangan itu.
Kami semua langsung beramai-ramai pergi kerumah almarhum untuk menyambut jenazahnya yang diantarkan oleh ambulan rumah sakit.
Hari itu seperti hanya mimpi, kami masih gak nyangka kalo itu benar-benar terjadi. Dia telah dipanggil pulang terlebih dahulu oleh Allah. Mungkin karna sifatnya yang sangat baik itu, Allah tidak mau sampai dia berbuat hal yang salah jadi Allah memanggilnya terlebih dahulu untuk berpulang ke sisi-Nya.
Tiada lagi kebaikan darinya, tiada lagi senyum serta tawa darinya, tiada lagi keceriaan yang selalu dibawanya. Tiada lagi kebahagiaan yang selalu disebarkannya. Dia telah pergi. Tenanglah kamu disana teman, doa kami selalu menyertaimu teman :’(