Senin, 25 Maret 2013

Penguat

Judul sesuai kata kunci : Penguat
Kelompok                      : 3
Anggota Kelompok        :

Hasil diskusi
      Penguat adalah setiap stimulus yang meningkatkan kemungkinan bahwa suatu perilaku akan terjadi lagi. Terdapat dua penguat yaitu penguat positif dan penguat negatif. Penguat positif itu adalah stimulus yang ditambahkan ke lingkungan yang menyebabkan peningkatan dalam respon yang telah terjadi. Penguat negatif adalah stimulus tidak menyenangkan yang penghilangan terhadap stimulus tersebut mendorong peningkatan kemungkinan bahwa respon terdahulu akan terulang lagi.

        Adapun tokoh-tokoh yang mengemukakan teori penguat tersebut, yaitu :
  • Edward L. Thorndike
  • B. F. Skinner
  • Robert M. Gagne
  • Piaget
  • Bruner
  • Ausabel
       Satu teori yang dibahas dalam diskusi ini adalah teori dari Edward L. Thorndike. Edward Lee Thorndike adalah seorang psikolog amerika yang lahir pada 31 Agustus 1874 di Williamsburg, Massachusetts. Dia menghabiskan karirnya di Teachers College, Columbia University. Thorndike lulus dari The Roxbury Sekolah Latin pada 1891 di West Roxbury Massachusetts, Wesleyan University (BS 1895), Harvard University (MA 1897), dan Columbia University (PhD. 1898).




       Hukum-hukum teori thorndike yaitu:
Hukum kesiapan
yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh perubahan tingkah laku maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
Hukum latihan
Yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih(digunakan) maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
Hukum Akibat
Yaitu hubungan stimulus respons cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hukum ini menunjukkan bahwa jika suatu hubungan dapat dimodifikasi seperti hubungan antara stimulus dengan respon dan hubungan tersebut diikuti oleh peristiwa yang diharapkan maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin meningkat. Sebaliknya jika kondisi peristiwa yang tidak sesuai mengikuti hubungan tersebut, kekuatan hubungan yang terjadi makin berkurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seseorang akan melakukan pekerjaan jika hasil pekerjaan itu akan memberikan rasa menyenangkan/ memuaskan. Sebaliknya jika tidak membawa dampak menyenangkan, maka tidak melaksakan pekerjaan tersebut.

Contoh pada mahasiswa TI

  • Kontrak kuliah salah satu dosen yang mengharuskan mahasiswa USU jurusan TI semester 4  masuk dan mengumpul tugas sebelum pukul 07.30 WIB, jika melewati batas waktu tersebut tidak dapat masuk kelas lagi dan tugas tidak diterima. Dari contoh tersebut jika kita terlambat maka kita akan mendapatkan hal yang tidak menyenangkan dan dari situ kita tidak akan mengulangi lagi dan akan datang lebih awal. Hal tersebut menunjukkan salah satu penguat negative yang memberikan dampak positif dimana kita melakukan peningkatan tingkah laku dengan bangun lebih awal dan datang lebih awal agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  • Pengerjaan tugas yang sering dilakukan saat mendekati deadline. Misalnya ada tugas yang dikirim via email dan baru dikerjakan pada saat deadline dan ketika itu terjadi beberapa masalah misalnya laptop bermasalah, modem atau jaringan internet yang sedang tidak baik sehingga membuat kita tidak dapat mengerjakan tugas dan tidak mengumpulkan tugas tersebut. Dan akhirnya tidak mendapat nilai. Dengan hal tersebut pasti kita akan merubah sikap kita dengan mengerjakan tugas berikutnya sebelum deadline untuk menghindari masalh yang pernah terjadi dulu.

Sumber Referensi :
Buku Pengantar Psikologi

Testimoni

      Berdasarkan diskusi yang telah kami lakukan, penguat itu merupakan suatu stimulus yang membuat kita kemungkinan meningkatkan perilaku setelah mengalami akibat dari kejadian yang telah lalu baik itu akibat yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan. Seperti teori yang dikemukakan oleh Thorndike dimana terdapat 3 hukum yang salah satunya adalah hukum akibat. Hukum akibat ini menunjukkan respon dari tindakan yang pernah kita lakukan. 
       Misalnya pada saat kita melakukan suatu hal dan hasilnya tidak menyenangkan bagi diri kita, kita tidak akan melakukannya lagi tetapi akan memperbaiki tindakan yang kita perbuat tersebut sehingga memberikan hasil yang menyenangkan. Tetapi jika kita melakukan tindakan yang memberikan hasil yang menyenangkan, kita akan terus melakukan tindakan (perilaku) tersebut dengan melakukan peningkatan-peningkatan atas perilaku kita.

Thorndike lulus dari The Roxbury Sekolah Latin (1891), di West Roxbury, Massachusetts, Wesleyan University (BS 1895), Harvard University (MA 1897), dan Columbia University (PhD. 1898) - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html
31 Agustus 1874 Williamsburg, Massachusetts - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html
31 Agustus 1874 Williamsburg, Massachusetts - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html
31 Agustus 1874 Williamsburg, Massachusetts - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html
31 Agustus 1874 Williamsburg, Massachusetts - Tokoh Ilmuwan Penemu - http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2010/03/tokoh-psikologi-edward-lee-thorndike.html

Tidak ada komentar: